Sabtu, 14 Juli 2012

Futsal Baru


Futsal
Sabtu 14, Juli 2012

PENGERTIAN
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugisfutbol dan sala.

SEJARAH
Futsal dipopulerkan di MontevideoUruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dariEropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta AfrikaAsia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game Futsal dipopulerkan di MontevideoUruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta AfrikaAsia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game.

PERATURAN
Luas lapangan
1.    Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
2.    Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3.    Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
4.    Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5.    Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
6.    Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7.    Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8.    Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif




Bola
1.    Ukuran: 4
2.    Keliling: 62-64 cm
3.    Berat: 0,4 - 0,44 kg
4.    Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5.    Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)




Jumlah pemain (per tim)
1.    Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.    Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.    Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.    Jumlah wasit: 2
5.    Jumlah hakim garis: 0
6.    Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.    Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
8.    Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan




Lama permainan
1.    Lama normal: 2x20 menit
2.    Lama istiharat: 10 menit
3.    Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
4.    Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5.    Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6.    Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit

KEJUARAAN FUTSAL
Piala Dunia Futsal FIFA
§  1989 (di RoterdamBelanda): dimenangkan Brasil
§  1992 (di Hong Kong): dimenangkan Brasil
§  1996 (di BarcelonaSpanyol): dimenangkan Brasil
§  2000 (di Guatemala): dimenangkan Spanyol
§  2004 (di Taiwan): dimenangkan Spanyol.
§  2008 (di Brasil): dimenangkan Brasil.

Piala Dunia Futsal AMF
§  1982 (di Sao PauloBrasil): dimenangkan Brasil
§  1985 (di MadridSpanyol): dimenangkan Brasil
§  1988 (di MelbourneAustralia): dimenangkan Paraguay
§  1991 (di MilanItalia): dimenangkan Portugal
§  1994 (di Argentina): dimenangkan Argentina
§  1997 (di Meksiko): dimenangkan Venezuela
§  2000 (di La PazBolivia): dimenangkan Kolombia
§  2003 (di Paraguay): dimenangkan Paraguay.
§  2007 (di MendozaArgentina): dimenangkan Paraguay
LIGA FUTSAL INDONESIA
§  Liga Futsal Nasional Indonesia: Liga Futsal Profesional di Indonesia

Sepak Taraw


Sepak Takraw
Sabtu 14, Juli 2012

Sejarah Singkat
Olahraga sepaktakraw adalah transformasi dari permainan yang dalam bahasa Malayu disebut Sepak Raga (raga = keranjang), disebut Takraw dalam bahasa Thai, di Filipina disebut Sipa, di Burma disebut Chinlone, di Laos disebut Kator.
Pada permainan Sepak Raga para pemain berdiri membentuk lingkaran dan menggunakan bola yang terbuat dari rotan yang dianyam bulat.





Transformasi ini terjadi pada era 1940-an ketika permainan bola keranjang ini mulai menggunakan jaring dan peraturan angka, serta para pemain tidak lagi berdiri membentuk lingkaran tetapi dimainkan di lapangan ganda badminton
Dan pada masa sekarang bola yang digunakan tidak lagi yang terbuat dari rotan tetapi yang terbuat dari fiber. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang diadakan di Bangkok, Thailand. (23rd King's Cup SepakTakraw World Championship 2008: August 25-30th).

PEMAIN
• Dimainkan oleh dua regu yang masing-masing pihak terdiri dari 3 (tiga) orang;
• Satu orang dari tiga pemain ini berdiri di belakang yang dinamakan "TEKONG";
• Dua orang pemain depan, dikiri dinamakan Apit Kiri yang dikanan Apit Kanan;
• Istirahat bisa diberikan selama 5 menit sebelum games (set) terakhir dimulai;



BENTUK PERMAINAN
Dalam Permainan sepaktakraw, dimainkan oleh dua regu yang berhadapan dan dipisahkan oleh jaring (net) pada bagian tengah Lapangan yang berbentuk persegi empat panjang dan rata seperti dalam permainan badminton.
Tangan adalah bagian tubuh yang tidak boleh tersentuh bola, dan bagian tubuh yang terutama digunakan untuk menyentuh bola adalah kaki dan kepala. Tujuan dari setiap regu adalah mengembalikan bola sedemikian rupa sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran.
Tekong yang melakukan sepakan permulaan (service) dan mengawal bahagian belakang gelanggang. Apit Kiri dan Apit Kanan mengawal bahagian depan gelanggang dan memikul tugas utama mematikan bola di gelanggang lawan.
Tiap regu akan bertukar tempat setiap berakhir set.
Bentuk permainan Sepaktakraw tidak jauh berbeda dengan permainan bola volley, dengan perbedaan:
• jumlah pemain untuk satu regu adalah tiga (3) orang.
• tangan pemain tidak boleh tersentuh bola.
• posisi pemain tetap / tidak rotasi.

BOLA
Bola terbuat dari bahan rotan atau fiber. Lingkaran bola 41 sampai 43 cm.






PAKAIAN PEMAIN
Pemain berpakaian olahraga dengan teratur dan memakai sepatu karet.



ANGKA (Point)
• Angka kemenangan untuk satu set adalah 21 point.
• Jika kedua regu mendapat 20 angka sama, wasit meneruskan pertandingan setelah berunding dengan regu yang menerima service untuk ditambah 5 angka.
• Jika kedua regu sama-sama memenangi satu game maka diteruskan dengan game terakhir (rubber set). Pemenang games (set) ke-3 adalah pemenang pertandingan itu.
• Angka kemenangan untuk set ke-3 adalah 18 point.


LAPANGAN




# Panjang Lapangan: 13,42 meter.

# Lebar Lapangan : 6,10 meter.

# Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya+ 5 cm.

# Lingkaran Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan sepakan permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.

# Garis seperempat lingkaran:
Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service) dengan jari-jari 90 cm.

# Tiang:
Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.

# Jaring (net):
Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubang-lubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jaring 1,55 m dari tanah/lantai.

PERMULAAN PERMAINAN
Sebelum permainan dimulai, wasit melakukan undian (Toss)dengan mempergunakan uang logam (toss of coin) untuk memilih bola atau tempat.
Permainan dipimpin oleh seorang wasit dan seorang pembantu wasit (wasit II) dengan dibantu oleh 6 orang penjaga garis (lines man) yang duduk di 4 penjuru lapangan.
Regu yang memilih bola yang pertama memulai permainan (set) pertama, selanjutnya pemenang game (set) pertama memulai permainan set kedua.

SEPAKAN PERMULAAN (Service)
• Tekong (Server) itu hendaklah sebelah kakinya berada dalam lingkaran.
• Apit Pelambung bola haruslah berdiri dalam lingkaran (dibagian tengah lapangan).
• Apit yang seorang lagi haruslah berada di dalam lingkaran penjuru lainnya.
• Regu yang menerima service boleh berdiri di mana saja di dalam lapangannya.
• Service dianggap sah walaupun bola menyentuh jaring.

KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk regu yang melakukan service:
# Tekong tidak menyepak bola pada lambungan pertama.
# Tekong tidak meletakan sebelah kakinya dalam lingkaran sewaktu melakukan service.
# Kedua kaki pelambung bola dan pemain depan lainnya (Apit kiri/Apit kanan) tidak berada di dalam garis seperempat lingkaran, atau Apit kiri / Apit kanan mengangkat kaki sewaktu melambungkan bola untuk sepakan permulaan (service).
# Menginjak garis (walaupun seorang).
# Tempat pemain-pemain bertukar.
# Mati bagi regu yang melakukan service, JIKA bola tidak masuk lapangan lawan, karena bola menyangkut di jaring atau bola jatuh diluar lapangan.

KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk regu yang menerima service:
# Berada di luar lapangan.
# Berjalan, menggertak, mengejek dengan tujuan mengganggu pihak lawan.

KESALAHAN, PELANGGARAN (FAULTS) Untuk Kedua regu dalam permainan :
# Menginjak garis tengah.
# Bola jatuh di dalam lapangan sendiri atau di luar lapangan.
# Bola menyentuh jaring dan tidak masuk lapangan lawan.
# Bola mengenai tangan atau lengan.
# Mengepit bola.
# Memegang jaring atau tiang jaring.
# Memainkan bola lebih dari 3 kali berturu-turut.
# Memasuki lapangan lawan.
# Menahan kawan dari menyentuh jaring, tiang jaring, bangku wasit.

Minggu, 08 Juli 2012

Olah Raga Polo Air


Polo Air
Minggu 8, 2012

 
Polo air adalah olahraga air beregu, yang dapat dianggap sebagai kombinasi renanggulat,sepak bola dan bola basket. Satu tim bertanding terdiri dari dari enam pemain dan satukiper. Tujuan permainan menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu poin.
Olah raga Polo air merupakan cabang olahraga yang sudah cukup lama dipertandingkan diIndonesia, bahkan cabang olahraga ini sudah dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional Pertama (PON-I) diselenggarakan, hingga pertandingan multi-event regional, nasional maupun internasional (Sea GamesAsian Games, Olympic Games & World Championships) sampai saat ini.
Setiap regu polo air terdiri dari 13 atlet yang terdiri dari 2 penjaga gawang dan 11 pemain. Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih atau biru dan penjaga gawang nomor 1 dan 13 dibedakan dengan topi warna merah. (Jika regu yang bertanding memiliki topi dengan warna tersendiri harus membawa 2 set (1 set diberikan kepada sekretariat pertandingan, diperlukan jika salah satu pemain dari regu tersebut kehilangan topinya pada saat bertanding). Setiap regu polo air menurunkan 6 pemain dengan 1 penjaga gawang, total 7 orang pemain di setiap pertandingan dan 6 orang cadangan yang harus duduk dibangku cadangan di dalam lapangan pertandingan, dengan 1 orang manager, 1 orang kepala pelatih dan 1 orang asisten pelatih. Hanya kepala pelatih yang dapat berdiri dan berjalan sampai batas 5 meter dari bangku cadangan untuk memberikan instruksi kepada regunya pada saat posisi regu tesebut melakukan penyerangan. Jika regu tersebut dalam posisi bertahan kepala pelatih hanya boleh memberikan instruksi dalam posisi duduk.
Setiap pertandingan resmi memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua) orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge). Lama pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1 & 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir dari babak 4 seri, akan dilanjutkan 2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan 5 (lima) bola tembakan penalti untuk setiap regu. Tembakan Pinalti diwakilkan oleh 5 orang pemain dari setiap regu, yang telah ditentukan secara berurutan dan tercatat disekretariat pertandingan serta diatur untuk berdiri di kedua sisi pinggir kolam renang untuk membedakan setiap regunya. Titik tembakan pinalti diambil 5 meter dari posisi gawang yang dilakukan secara bergantian dengan aba aba dari wasit yang memimpin tembakan pinalti.
Di Indonesia, polo air sudah dikenal semenjak tahun 1908 dan berkembang di era tahun 1950 s/d 1960-an, di era ini perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengan baik sehingga cukup diperhitungkan di tingkat Asia bahkan di dunia. Tim polo air Indonesia banyak mengikuti event internasional seperti GANEFO, Kejuaraan Asia & tidak pernah absen mengikuti Asian Games tahun 1954. 1958, 1962. 1966 dan terakhir Asian Games pada tahun 1970. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia dapat dinilai sangat baik. Memasuki tahun 1980 sampai dengan 1999 olahraga ini tidak berkembang dengan baik, Indonesia hanya mengirimkan tim polo air sebatas keikut sertaan di Sea Games. (Tabel Hasil Sea Games & Kejuaraan Asia, Asian Games dapat dilihat dibawah ini)
Baru memasuki era tahun 2000, terdapat 9 propinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air, seperti propinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah & DKI Jakarta. Cabang olahraga inipun mengalami banyak perubahan di dalam peraturan & berkembang sangat pesat di dunia. Indonesia yang tadinya cukup diperhitungkan di negara Asia hanya ikut berpartisipasi di Sea Games.
Pada Tahun 2005, PB.PRSI [(Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia)]mengupayakan untuk memajukan kembali cabang olahraga ini, dengan diadakan Pertandingan PRA Liga Polo Air tahun 2005, Liga Polo Air I tahun 2006, Terbentuknya team Polo Air Putri di Jakarta, diikuti dengan Sumatera barat, jawa barat dan jawa Timur yang kemudian terselenggaranya Kejuaraan Nasional Polo Air Putri, Kejuaraan internasional Betawi Cup 2005 serta Liga Polo Air II tahun 2007, Liga Polo Air III 2008 dan Liga Polo Air 2009.
Dengan dimulainya pertandingan Liga Polo Air Indonesia dinilai sangat berhasil karena membawa angin segar untuk cabang olahraga ini, apalagi dengan diperbolehkan pemain asing untuk turut serta bermain mewakili daerah propinsi masing masing, contohnya Peng-da PRSI DKI Jakarta pernah mengontrak 3 pemain asal negara China, diikuti Peng-da Sumatera Selatan menggunakan pemain dari Kazakhstan.
Dengan tetap diadakan Liga polo air Indonesia secara konsisten, iklim kompetisi menjadi lebih semarak, melibatkan banyak sponsor dan pemain asing. Ini memberikan dampak yang sangat positif dan memberikan suasana pertandingan yang lebih baik dan kompetitif serta dapat dijadikan pemilihan atlet terbaik untuk pembentukan tim nasional polo air Indonesia dengan diadakannya program promosi dan degradasi atlet terbaik untuk tim nasional. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang semua pihak baik pemerintah, induk organisasi, pemerhati olahraga aquatics Indonesia, komunitas olahraga Polo Air (Jakarta Waterpolo Community) dapat bahu membahu untuk memajukan perkembangan olahraga polo air di Indonesia.
Tempat Pelatihan Polo Air Dapat ditemui di beberapa kota di Indonesia seperti : - Kota Jakarta (Kolam renang Senayan,Gelora Bung Karno Senin-Sabtu jam 18.00-21.00) - Kota Padang, Sumatera Barat - Kota Bandung, Jawa Barat - Kota Palembang & Musi Banyuasin - Sekayu, Sumatera Selatan - Kota Jambi - Kota Surabaya, Jawa Timur - Kota Makasar, Sulawesi Selatan - Kota Medan, Sumatera Utara (K.R. Selayang). - C.L.-

[sunting]Prestasi Tim Polo Air Indonesia Mengikuti Sea Games 1977-2009

TahunKota penyelenggaraPrestasi
1977Kuala Lumpur, MalaysiaMedali Perunggu
1979Jakarta, IndonesiaMedali Perak
1981Manila, PhilippinaMedali Perak
1983SingapuraMedali Perunggu
1985Bangkok, ThailandMedali Perunggu
1987Jakarta, IndonesiaMedali Perak
1989Kuala Lumpur, MalaysiaMedali Perunggu
1991Manila, PhilippinaPeringkat IV
1993SingapuraMedali Perunggu
1995Chiang Mai, ThailandPeringkat IV
1997Jakarta, IndonesiaMedali Perak
1999BruneiMedali Perunggu
2001Kuala Lumpur, MalaysiaMedali Perunggu
2003Hanoi, VietnamPeringkat IV
2005Manila, PhilippinaPeringkat IV
2007Nakhon Ratchasima, ThailandMedali Perunggu
2009Vientien, LaosMedali Perunggu

[sunting]Prestasi Tim Polo Air Indonesia Mengikuti Kejuaraan Asia, Asian Games & Kejuaraan Internasional

TahunKota penyelenggaraNama kompetisiPrestasi
1954Manila, PhilippinaAsian Games IIMedali Perunggu
1958Tokyo, JepangAsian Games IIIMedali Perunggu
1962Jakarta, IndonesiaAsian Games IVMedali Perak
1963GANEFO I, IndonesiaAsian Games IIMedali Emas
1966Bangkok, ThailandAsian Games VMedali Perunggu
1970Bangkok, ThailandAsian Games VIMedali Perunggu
1992Satta Hip, ThailandAsia Intercontinental W.P. TournamentMedali Emas
1995Bangkok, ThailandAsia Waterpolo ChampionshipPeringkat 8
1996HongkongMen 1st Asia Pacific W.P. TournamentMedali Perunggu
2000Hongkong, ChinaMen 6th Asia Pacific W.P. TournamentMedali Perunggu
2004Hongkong, ChinaMen 8th Asia Pacific W.P. TournamentPeringkat 6
2005Bangkok, Thailand(4th Men AASF) Kejuaraan Asia U-18 PutraPeringkat 10
2006Jakarta, Indonesia1st Men Junior Betawi Cup InternationalMedali Emas
2006Jakarta, Indonesia1st Women Betawi Cup InternationalMedali Perunggu
2007Jakarta, Indonesia2nd Men Betawi Cup InternationalMedali Perak
2007Jakarta, Indonesia2nd Women Betawi Cup InternationalMedali Perak
2007Jakarta, Indonesia(5th Men AASF) Kejuaraan Asia U-18 PutraPeringkat 5
2007Jakarta, Indonesia(5th Women AASF) Kejuaraan Asia U-18 PutriPeringkat 4
2007Hongkong, China9th Men Asia Pacific W.P. TournamentPeringkat 6
2007Hongkong, China1st Women Asia Pacific W.P. TournamentMedali Emas
2008BALI, Indonesia1st Asian Beach GamesMedali Perunggu
2009Jakarta, Indonesia4th Men Betawi Cup InternationalMedali Perak
2009Jakarta, Indonesia4th Women Betawi Cup InternationalMedali Emas
2009KUWAIT2nd World Development TrophyPeringkat 5
2009TOKYO, Japan(6th Women AASF) Kejuaraan Asia U-18 PutriPeringkat 4
2010Jakarta, Indonesia5th Men Betawi Cup InternationalMedali Perak
2010Jakarta, Indonesia5th Women Betawi Cup InternationalMedali Perak
2010Hongkong, ChinaMen 12th Asia Pacific W.P. TournamentPeringkat 5
2010Seruni, Indonesia(2nd Youth Men Asian Championships AASF) Kejuaraan Asia U-19 PutraPeringkat 5
2010Seruni, Indonesia(2nd Youth Women Asian Championship AASF) Kejuaraan Asia U-19 PutriMedali Perunggu




Mengenal Jenis Olahraga Polo Air

Polo air adalah olahraga air beregu, yang dapat dianggap sebagai kombinasi renang, gulat, sepak bola dan bola basket. Satu tim terdiri dari enam pemain dan satu kiper. Tujuan permainan menyerupai sepak bola, yaitu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya, satu gol dihitung satu poin.
Setiap regu polo air terdiri dari 13 atlit yang terdiri dari 2 penjaga gawang dan 11 pemain. Setiap regu yang akan bertanding diwajibkan memakai uniform (training/kaos), celana renang seragam, topi polo air yang bernomor (1 s/d 13) yang dibedakan berwarna putih atau biru. Setiap regu polo air menurunkan 6 pemain dengan 1 penjaga gawang yang menggunakan topi berwarna merah, total 7 orang pemain.

Setiap pertandingan resmi memakai standar peraturan International (FINA), pertandingan dipimpin 2 (Dua) orang wasit & dibantu oleh 2 orang hakim garis (Goal Judge), lama pertandingan adalah 8 menit (Bersih) x 4 babak. Jeda istirahat setiap babak 1 & 2 serta 3 & 4 adalah 2 menit sedangkan jeda istirahat untuk babak 2 ke babak 3 adalah 5 menit. Jika skor akhir dari babak 4 seri, akan dilanjutkan 2 babak tambahan (2 x 8 menit) untuk menentukan pemenang, jika masih terjadi seri, pertandingan akan dilanjutkan dengan tembakan 5 buah bola masing masing setiap regu, yang diwakili oleh 5 orang pemain dari titik pinalti (5 meter).
Pada era tahun 1960-an, perkembangan olahraga polo air Indonesia berkembang dengan baik sehingga cukup diperhitungkan oleh negara negara lain disaat tim polo air Indonesia mengikuti event internasional seperti GANEFO, SEA Games, Kejuaraan Asia & Asian Games. Bahkan prestasi tim polo air Indonesia dapat dinilai sangat baik. (prestasi dapat dilihat dibawah ini)
Memasuki era tahun 2000, terdapat 9 propinsi yang telah melakukan pembinaan cabang olahraga polo air, seperti propinsi Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah & DKI Jakarta. Cabang olahraga ini mengalami banyak perubahan dalam peraturan & berkembang sangat pesat.

Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolom renangyang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkansetiap kolam renang yang dibangun hanyalah diperuntukkan bagi parabangsawan dan penjajah saja.Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakatbanyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara parapengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awaldari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat dikatakan mulai dariBandung.Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama BandungseZwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917

Perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalahperkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO danKWEEKSCHOOL.Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa baratdan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau PerserikatanBerenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang,Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakanpertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing Haasman dan Van de Groen,berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor-nomor papan 3meter dan menara. Pada Far Eastern Games di Manila, Philipina (kini kegiatanitu berkembang menjadi Asian Games sejak tahun 1951). Kedua peloncat itujuga menjadi utusan Hindia Belanda.Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda berdasarkan rekornya0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang CiampelasBandung, berhasil dikirim untuk ambil bagian dalam Olimpiade Berlin atasnama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masing-masing Haasman dibagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian dalam Olimpiade Berlin,dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8

Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau NIZB telahberanggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1943 -1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar.Oleh karena pemerintahan pendudukan Jepang, membuka seluruh kolamrenang di tanah air untuk masyarakat umum. Periode tahun 1945,perkembangan olahraga renang di tanah air praktis menurun, karena saat itubangsa Indonesia dalam kancah perjuangan melawan penjajah.Hingga tanggal 20 Maret 1951, dunia renang Indonesia praktis berada dibawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian sejaktanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yangkemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasilmengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu olehwakil ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Sejak saat itu, olahraga renang Indonesia setahap demi setahap maju danberkembang serta selanjutnya dalam tahun 1952, PBSI menjadi anggotaresmi dari Federasi Renang Dunia – FINA (singkatan dari FederationInternationale de Nation). dan International Olympic Committee (IOC).Hingga tahun 1952 telah terdaftar sebanyak 29 perkumpulan, tergabungdalam PBSI. Oleh karena itu kemudian didirikan top-top organisasi olahragaberenang di tingkat daerah. Perkembangan olahraga berenang di Indonesiakian hari kian berkembang, hal ini ditandai dengan penyelenggaraanperlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional.
Begitu pula halnya dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON),cabang olahraga renang menjadi nomor-nomor utama.Dengan makin berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia padatahun 1952, Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke arena Olympiadedi Helsinki, kemudian tahun 1953 kembali Indonesia ambil bagian dalam YouthFestival di Bukarest. Pada tahun 1954 regu polo air Indonesia dikirim untukmengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina.Pada tahun 1954, berlangsung kongres PBSI ke II, diselenggarakan diBandung dengna menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D.Seoprajogi, ditambah satu sekretaris, bendahara dan 3 komisi teknik.Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon, dimana dalam kongresini memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D.Soeprajogi, ditambah 3 pengurus lainnya.Untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres pada tahun 1957 diMakasar (sekarang Ujung Pandang) Kongres ini menghasilkan beberapakeputusan, diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru denganketua D. Soeprajogi. Kemudian atas permintaan peserta kongres istilahpersatuan dalam singkatan PBSI, diganti menjadi Perserikatan. Dengandemikian PBSI dalam hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.

Di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan ini untukpertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di Malang,Jawa Timur. Berlangsung pula kongres PBSI ke V, dimana pada kongres itudisamping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetapdipercayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah namaPerserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi PerserikatanRenang Seluruh Indonesia (PRSI).Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua indukorganisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI. Selain cabangolahraga renang, singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan BulutangkisSeluruh Indonesia. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI, D.Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua, dua sekretaris, bendahara,pembantu umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota.Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan berkembang kian pesat dandalam tahun 1962, berhasil menampilkan nama-nama besar seperti AchmadDimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Iris, Tobing, Lie LanHoa, Eny Nuraeni serta banyak lagi di bagian puteri. Dalam tahun 1963 diJakarta, kembali PRSI menyelenggarakan kongres dan berhasil menyusunkepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi.Selanjutnya di dampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan poloair. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu adalahmerubah kembali istilah “Persatuan”. Hingga sekarang PRSI merupakansingkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia.
Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga itu tidak bisa dikaitkan denganpolitik. Namun dalam kenyatannya perkembangan politik di dalam negeri padawaktu itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga.Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahragaGANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang memang belummenjadi anggota FINA. Untuk menghindarkan kemungkinan adanya skorsing,Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagaianggota FINA. Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA.Pada tahun itu Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V diBangkok.Musyawarah PRSI ke VII berlangsung kembali di Jakarta pada tanggal 24 -27 April 1968. Salah satu keputusannya mengukuhkan kepengurusan baruPRSI dengan ketua umum tetap dipercayakan kepada D. Soeprayogi, ditambah dengan 2 orang ketua, 2 sekretaris, bendahara dan panitia teknikyang terdiri atas 3 orang masing-masing untuk renang, loncat indah dan poloair.

Cara Permainan Bola Volly


Permainan Bola Volly
Minggu 8, 2012


 


Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adlah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.


Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang dipertandingkan.
Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola berganti-ganti. Perkembangna permainan bola voli pada waktu itu di Amerika Serikat sangat cepat berkat usaha William G. Morgan.
Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman.
Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal.
Mengingat turnamen bola voli yang pertama (1947) di Polandia pesertanya cukup banyak, maka pada tahun 1948 I.V.B.F (international volley ball federation) didirikan yang beranggota 15 negara.
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya. Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama.
PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untuk wanitanya.
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.
Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia,PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
1. uni Sovyet 5. Kuba
2. Jepang 6. Yunani
3. Brazil 7. Polandia
4. Bulagaria
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15.
Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya
system kompetisi yang berlangsung,; sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.
Peraturan Permainan Bola Voly
  1. Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
  2. Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
  3. Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
  4. Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
  5. Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
  6. Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
  7. Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
  8. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
Kesalahan meliputi:
  1. Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
  2. Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
  3. Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
  4. Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
  5. Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
  6. Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
  7. Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
  8. Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
  9. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
  10. Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
  11. Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.
Tehnik Permainan Bola Voly
Service ada beberapa macam:
1 Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
2 Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
3 Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service
• Sikap badan dan pandangan
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul Bola.
Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli
Passing
• Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas )
Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.
Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.
Lapangan Bola Voly :